Referat
Tension type headache
1.
Definisi
a.
Tension type headache disebut juga nyeri
kepala tegang, nyeri kepala kontraksi otot, nyeri kepala psikomiogenik, nyeri
stres, nyeri kepala esensial, nyeri kepala idiopatik, nyeri kepala psikogenik. 1
b.
Tension type headache merupakan suatu
keadaan yang melibatkan sensasi nyeri atau rasa tidak nyaman didaerah kepala,
kulit kepala atau leher yang biasanya berhubungan dengan ketegangan otot
didaerah ini. 2
2.
Klasifikasi
3
a.
Tension
Type Headache Episodik
Tension Type Headache Episodik diklasifikasikan
menjadi 2 yaitu 3
1) Tension
Type Headache Episodik yang infrequent
2) Tension
Type Headache Episodik yang frequent
Tension
Type Headache Episodik yang infrequent
Deskripsi
: 3
Nyeri kepala episodik yang
infrequent berlangsung beberapa menit sampai beberapa hari, nyeri bilateral,
rasa menekan atau mengikat dengan intensitas ringan sampai sedang. Nyeri tidak
bertambah pada aktifitas fisik rutin, tidak didapatkan mual, tetapi bisa
terdapat fotofobia atau fonofobia.
Kriteria
Diagnosis : 3
1) Paling
tidak terdapat 10 episode serangan dengan rata-rata < 1 hari/bulan (< 12
hari/tahun).
2) Nyeri
Kepala berlangsung dari 30 menit sampai 7 hari.
3) Nyeri
kepala paling tidak terdapat 2 gejala khas yaitu :
-
Lokasi bilateral
-
Menekan atau mengikat (tidak berdenyut)
-
Intensitasnya ringan sampai sedang
-
Tidak diperberat oleh aktifitas rutin
seperti berjalan atau naik tangga.
4) Tidak
didapatkan :
-
Keluhan mual atau muntah (bisa
anoreksia)
-
Lebih dari satu keluhan : fotofobia atau
fonofobia.
Tension Type Headache Episodik yang
infrequent diklasifikasikan menjadi 2 yaitu : 3
1) Tension
Type Headache Episodik yang infrequent yang berhubungan dengan nyeri tekan
perikranial. Hal ini ditandai dengan meningkatnya nyeri tekan perikranial pada
palpasi manual.
2) Tension
Type Headache Episodik yang infrequent yang tidak berhubungan dengan nyeri
tekan perikranial.
Tension
Type Headache Episodik yang frequent
Deskripsi
: 3
Nyeri kepala episodik yang frequent
berlangsung beberapa menit sampai beberapa hari, nyeri bilateral, rasa menekan
atau mengikat (tidak berdenyut), intensitas ringan sampai sedang, nyeri tidak
bertambah pada aktifitas fisik rutin, tidak didapatkan mual / muntah, tetapi
mungkin terdapat fotofobia atau fonofobia.
Kriteria
Diagnosis : 3
1) Paling
tidak terdapat 10 episode serangan dalam 1-15 hari/bulan selama paling tidak 3
bulan.
2) Nyeri
Kepala berlangsung dari 30 menit sampai 7 hari.
3) Nyeri
kepala paling tidak terdapat 2 gejala khas yaitu :
-
Lokasi bilateral
-
Menekan atau mengikat (tidak berdenyut)
-
Intensitasnya ringan sampai sedang
-
Tidak diperberat oleh aktifitas rutin
seperti berjalan atau naik tangga.
4) Tidak
didapatkan :
-
Keluhan mual atau muntah (bisa
anoreksia)
-
Lebih dari satu keluhan (fotofobia atau
fonofobia).
Tension Type Headache Episodik yang
frequent diklasifikasikan menjadi 2 yaitu : 3
1) Tension
Type Headache Episodik yang frequent yang berhubungan dengan nyeri tekan
perikranial. Hal ini ditandai dengan meningkatnya nyeri tekan perikranial pada
palpasi manual.
2) Tension
Type Headache Episodik yang frequent yang tidak berhubungan dengan nyeri tekan
perikranial.
b.
Tension
Type Headache Kronik (CTTH)
Deskripsi
:
3
Nyeri kepala yang berasal dari Tension
Type Headache Episodik (ETTH) dengan serangan tiap hari atau serangan episodik
nyeri kepala lebih sering yang berlangsung beberapa menit sampai beberapa hari,
nyeri kepala bersifat bilateral, menekan atau mengikat (tidak berdenyut) dengan
intensitas ringan sampai sedang, dan nyeri tidak bertambah pada aktifitas fisik
rutin, kemungkinan terdapat mual fotofobia atau fonofobia ringan.
Kriteria
diagnostik : 2,3
1) Nyeri
kepala timbul ≥ 15 hari/bulan, berlangsung > 6 bulan.
2) Nyeri
Kepala berlangsung beberapa jam atau terus menerus.
3) Nyeri
kepala paling tidak terdapat 2 gejala khas yaitu :
-
Lokasi bilateral
-
Menekan atau mengikat (tidak berdenyut)
-
Intensitasnya ringan sampai sedang
-
Tidak diperberat oleh aktifitas rutin
seperti berjalan atau naik tangga.
4) Tidak
didapatkan :
-
keluhan mual sedang atau berat, maupun
muntah
-
lebih dari satu keluhan : fotofobia,
fonofobia, mual yang ringan.
Tension Type Headache Kronik (CTTH)
diklasifikasikan menjadi 2 yaitu : 3
1) Tension
Type Headache Kronik yang berhubungan dengan nyeri tekan perikranial. Hal ini
ditandai dengan meningkatnya nyeri tekan perikranial pada palpasi manual.
2) Tension
Type Headache Kronik yang tidak berhubungan dengan nyeri tekan perikranial
3.
Penatalaksanaan
2,3
a.
Terapi
Farmakologis 2,3
Terapi farmakologis dibagi menjadi
2 yaitu :
1) Terapi
abortif
Terapi ini digunakan untuk
menghentikan atau mengurangi intensitas serangan. Terapi abortif tersebut
antara lain : aspirin 1000 mg/hari, acetaminophen 1000 mg/hari, NSAID (Naproxen
660-750 mg/hari, ketoprofen 25-50 mg/hari, tolfenamic 200-400 mg/hari, ibu
profen 800 mg/hari, diclofenac 50-100 mg/hari).
2) Terapi
preventif
terapi preventif tersebut antara
lain : Amitriptilin (dosis 10-50 mg sebelum tidur) dan nortriptilin (dosis
25-75 mg sebelum tidur) yang merupakan antidepresan golongan trisiklik yang
paling sering dipakai. selain itu juga, selective serotonin uptake inhibitor
(SSRI) juga sering digunakan seperti fluoksetin, paroksetin, sertralin.
b.
Terapi
Non-Farmakologis 2
Disamping
mengkonsumsi obat, terapi non farmakologis yang dapat dilakukan untuk
meringankan nyeri tension type headache antara lain :
1) Kompres
hangat atau dingin pada dahi
2) Mandi
air hangat
3) Tidur
dan istirahat.
4.
Pencegahan
2
Cara untuk mencegah terjadinya
tension type headache adalah dengan menghindari faktor pencetus seperti
menghindari kafein dan nikotin, situasi yang menyebabkan stres, kecemasan,
kelelahan, rasa lapar, rasa marah, dan posisi tubuh yang tidak baik. Perubahan
gaya hidup yang diperlukan untuk menghindari tension type headache kronis dapat
dilakukan dengan beristirahat dan berolahraga secara teratur, berekreasi, atau
merubah situasi kerja.
DAFTAR
PUSTAKA
1.
Sjahrir, Hasan; Samino; Wenda, Ali.
Konsensus Nasional penanganan Nyeri Kepala Di Indonesia. PERDOSSI.
2.
Dewanto, George; W.J.Suwono; B.Riyanto;
Y.Turana. 2009. Panduan Praktis Diagnosis Tata Laksana Penyakit Saraf. Jakarta
: EGC.
3.
Sjahrir, Hasan. 2005. Konsensus Nasional
II Diagnostik dan Penatalaksanaan Nyeri Kepala. PERDOSSI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar